Jumat, 23 Desember 2011

Peringatan Hari Bela Negara 19 Desember 2011 Di Universitas Esa Unggul Jakarta

Peringatan Hari Bela Negara 19 Desember 2011 Di Universitas Esa Unggul Jakarta
Jum’at, 23 Desember 2011
Peringatan Hari Bela Negara 19 Desember 2011 Di Universitas Esa Unggul Jakarta
Dengan Rasa Kebangsaan Dan Cinta Tanah Air yang Tinggi Mahasiswa Universitas Esa Unggul yang Di Dukung oleh unsur-unsur Akademik Pada Tanggai 19 Desember 2011 Di Dalam Komplek Kampus yang Mereka Cintai, Kamaren Memperingati Hari Bela Negara yang Jatuh pada Tanggai 19 Desember 2011.
Dengan Mempertunjukan Film-Film Dokumenter Perjuangan Asli yang telah di Sunting kembali oleh P,T Putra Utama Film Jakarta dengan Judul “Api Revolusi Bela Negara”.
Mereka Terpukau Menyaksikan Bagaimana dalam Film di Pertunjukan saat-saat Konfrensi Meja Bundar ( KMB ), Perjanjian Renville saat-saat Penyerahan Kekuasaan dari Kolonial Belanda ke Pemerintah Repubik Indonesia Serikat (RIS), juga Penurunan Bendera Merah Putih Biru dan Pengibaran Bendera Merah Putih di lstana Gambir dengan Nyanyian Kebangsaan 2Negara.
Pemutaran Film Perjuangan ini juga Dihadiri oleh Tokoh-Tokoh Pelaku Sejarah Indonesia SepertiK.H Ismael Hassan SH (85 Tahunj dan Putra-Putri Tokoh PDRI Mr. Syafruddin Prawiranegara yaitu Rasyid Prawiranegara, Aisyah Prawiranegara dan Juga Warek serta Dekan Fakultas Hukum Wasis Susetio SH,MA ,MH dan Dosen-Dosen Lainnya,
Para Dosen beserta Mahasiswa-Mahasiswa Universitas Esa Unggul Larut Terharu dalam Menyaksikan Pejuang-Pejuang  Bangsa Indonesia dengan semangat yang tinggi dan KedengaranlahPekikan Merdeka, Merdeka               sungguh Dramatis, dalam rangka Membangkitkan rasa Nasionalisme bergema di Aula Universitas Esa Unggul.
Seperti dl ketahui  Buya K.H Ismael Hassan, SH adalah Pelaku Sejarah dalam era PDRI membagikan buku-buku kenangan Perjuangan masa Revolusi fisik dengan  Judul dari “PDRI ke NKRI”.
Begitu pula Putra-Putri Mr. Syafruddin Prawiranegara bercerita haru selama mengikuti Perjuangan Ayahanda tercintanya memimpin PDRI dari Hutan satu ke Hutan yang lain.
Peringatan Hari Bela Negara mengingatkan kita pada mata rantai sejarah Perjuangan Bangsa akan terputus jjka tidak ada keberadaan PDRI yang Memerintah secara darurat dari tanggal 19 Desember 1948 sampal dengan 13 Juli 1949.
Secara Monumental keberadaan PDRI menyambung mata rantai sejarah bahwa Pemerintah Republik Indonesia tetap ada, walaupun pada tanggal 19 Desember 1948 Bung Karno dan Bung Hatta di tangkap serta di tawan Belanda, namun Pemerintahan tetap berjalan untuk memenuhi keberadaan
Negara Indonesia di mata Internasional .
Aktifitas Pemuda yang membangkitkan rasa Nasionalisme ini di dunia Kampus sangatlah langka dan ada baiknya Universitas-Universitas lain baik Negeri maupun Swasta mencontoh peringatan Hari Bela Negara yang ada di Universitas Esa Unggul .

Rabu, 02 November 2011

Selamat kepada Bapak Indrawadi Tamin, Ph.D (Dekan FIKOM UEU) terpilih menjadi Ketua ASPIKOM Korwil. Jabodetabek-Banten 2010 – 2013

Selamat kepada Bapak Indrawadi Tamin, Ph.D (Dekan FIKOM UEU) terpilih menjadi Ketua ASPIKOM Korwil. Jabodetabek-Banten 2010 – 2013

Rabu, 02 November 2011

Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UEU, Bapak Indrawadi Tamin, Ph.D terpilih menjadi Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) periode 2010 – 2013.  Peresmian dan pelantikan dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2011 lalu di Universitas Bunda Mulia.
ASPIKOM Korwil Jabodetabek-Banten menaungi lebih dari 50 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di wilayah Jabodetabek-Banten yang memiliki program studi Ilmu Komunikasi, termasuk di antaranya Universitas Esa Unggul.  Selain Bpk. Indrawadi Tamin, Ph.D, 2 (dua) orang staf struktural/dosen perwakilan UEU yang turut dilantik sebagai pengurus adalah Abdurrahman Jemat, M.S (Koordinator Bidang Organisasi dan Keanggotaan) serta Ade Suryani, M.Soc.Sc (anggota Bidang Humas dan Kerjasama).
Atas nama civitas akademika UEU, mengucapkan SELAMAT dan SUKSES!

Senin, 10 Oktober 2011

Universitas Jakarta Barat

Universitas Esa Unggul
Program Studi:

Manajemen - S1, Akuntansi - S1, Teknik Industri - S1 , Teknik Perenc. & Desain Kota - S1, Desain Produk - S1, Desain Komunikasi Visual - S1, Kesehatan Masyarakat – S1, Gizi - S1, Rekam Medis - D3, Keperawatan - S1, Manaj. Informasi Kesehatan - D4, Fisioterapi - S1, Periklanan - S1, Jurnalistik - S1, Hubungan Masyarakat - S1, Penyiaran - S1, Teknik Informatika - S1, Sistem Informasi - S1, Hukum - S1, Psikologi - S1.


Universitas Kristen Krida Wacana
Program Studi:

Pendidikan Dokter - Manajemen - Akuntansi - Elektro - Sipil - Industri - Teknik Informatika - Sistim Informasi – Psikologi. Program Pasca Sarjana (S2): - Magister Management.



Universitas Mercu Buana Jakarta
Program Studi:

Teknik: Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Mesin. Ekonomi dan Bisnis: Manajemen (S1 dan D3), Akuntansi (S1 dan D3). Ilmu Komunikasi: Broadcasting, Publik Relation, Marketing Communication & Advertising, Visual Communication. Teknik Perencanaan dan Design: Teknik Sipil, Teknik Arsitektur, Desain Interior, Desain Grafis dan Multimedia. Psikologi: Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Anak, Psikologi Pendidikan. Ilmu Komputer: Teknik Informatika, Sistem Informasi. Pasca Sarjana.


Universitas Bina Nusantara
Program Studi:

Tingkat Sarjana: Fakultas Ilmu Komputer: Sistem Informasi, Teknik Informatika, Sistem Komputer, Komputerisasi Akuntansi, Audit Sistem Informasi. Fakultas Sains dan Teknologi: Teknik Industri, Teknik Sipil, Arsitektur, Matematika, Statistika. Fakultas Ekonomi dan Bisnis: Manajemen, Akuntansi, Manajemen Perhotelan. Fakultas Bahasa dan Budaya: Sastra Inggris, Sastra Jepang. Fakultas Komunikasi dan Multimedia: Desain Komunikasi Visual, Desain Interior, Komunikasi Pemasaran. Fakultas Psikologi: Psikologi. Program Ganda: Matematika dan Teknik Informatika, Statistika dan Teknik Informatika, Manajemen dan Sistem Informasi, Akuntansi dan Sistem Informasi, Teknik Industri dan Sistem Informasi, Teknik Industri dan Manajemen. Online Learning: Manajemen Pemasaran, Akuntansi, Sistem Informasi, Manajemen Pemasaran (Ekstensi D3). Tingkat Magister: Magister Teknik Informatika: Peminatan Information Engineering, Peminatan IT Infrastructure Management. Magister Manajemen Sistem Informasi: Peminatan Enterprise Information Systems, Peminatan Information Systems Valuation.


Universitas Budi Luhur
Program Studi
:
Jenjang S1 dan D3: Teknik Informatika (S1), Sistem Informasi (S1), Sistem Komputer (S1), Komputerisasi Akuntansi (S1), Manajemen Informatika (D3). Fakultas Ekonomi (FE): Manajemen Keuangan (S1), Manajemen Pemasaran (S1), Akuntansi (S1). Fakultas Teknik (FT): Arsitektur (S1), Elektro (S1). Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP): Hubungan Internasional (S1). Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM): Public Relations (S1), Broadcast Jurnalism (S1), Visual Communications (S1).


Universitas Trisakti
Program Studi:

Sarjana: Fakultas Hukum (S1), Fakultas Kedokteran Umum (S1), Fakultas Kedokteran Gigi (S1), Fakultas Ekonomi (S1), Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (S1), Fakultas Teknologi Industri (S1), Fakultas Teknologi Mineral (S1), Fakultas Arsitektur Lansekap dan Teknologi Lingkungan (S1), Fakultas Seni Rupa dan Desain (S1). Program Magister (S-2): Magister Hukum (S2), Teknik Industri  (S2), Akuntansi (S2). Program Doktor (S-3).


Universitas Satyagama
Program Studi:

Program Doktor: Doktor Ilmu Manajemen Pemerintahan, Program Sarjana (S1): Manajemen, Akuntansi, Ilmu Hukum, Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu Pemerintahan, Pendidikan Agama Islam, Agrobisnis, Agroteknologi, Teknik Manajemen Industri, Teknik Elektro, Teknik Informatika, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur. Program Diploma (DIII): Manajemen Industri Pariwisata dan Perhotelan.


Universitas Tarumanagara
Program Studi:

Manajemen (S1), Akuntansi(S1), Akuntansi (D3), Manajemen Pemasaran (D3), Manajemen Keuangan/Perpajakan (D3), Program Magister dan Doktor: Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Manajemen, Fakultas Psikologi.


Institut Sains dan Teknologi Al Kamal Jakarta
Program Studi:

Teknik Informatika, Teknik Kima, Teknik Industri, Teknik Sipil dan Perencanaan, Manajemen Informatika, Teknik Mesin, Farmasi, Desain Produk Industri, Desain Komunikasi Visual.


STMIK Indonesia
Program Studi:

Sistem Informasi (S1), Manajemen Informatika (D3).


STMIK SUPRA Jakarta
Program Studi:

Sistem Informasi danTeknik Informatika.

Jumat, 08 Juli 2011

Selamat kepada Tim MM UEU Masuk Final (Juara Harapan) Kompetisi Business Case Solution, The 4th Master Journey in Management 2011

Selamat kepada Tim MM UEU Masuk Final (Juara Harapan) Kompetisi Business Case Solution, The 4th Master Journey in Management 2011
Jum’at, 08 Juli 2011
Selamat kepada Tim Magister Manajemen (MM) Universitas Esa Unggul yang telah berhasil masuk sebagai finalis dalam Kompetisi Business Case Solution, The 4th Master Journey in Management 2011 pada Kamis 7 Juli 2011 di Auditorium FEUI Depok di FE UI dan meraih Juara Harapan 3 diantara 6 Universitas: MM Universitas Esa Unggul, Universitas Tarumanegara, Binus Business School, MM UGM, PPIM FEUI, dan PPM School of Management. Pemenang MJM berhak mendapatkan uang tunai dan sertifikat penghargaan.

Tim dari Magister Manajemen (MM) Universitas Esa Unggul :
1. Rudy Nurfis
2. Ronald S. Wuisan
3. Marudut Parningotan
Business Case Solution yang diangkat adalah tentang Adira Finance (Perusahaan pembiayaan otomotif di Indonesia) yang bertema “Staying on Top of the Game: Maintaining the Sustainable Growth of Adira Finance.”
Para peserta MJM adalah mahasiswa master/magister dari berbagai institusi program pascasarjana di Indonesia. Secara keseluruhan ada 50 Tim (terdiri dari 3 orang) yang sudah mendaftar. Sekitar 37 akan disaring dan hanya akan dipilih 12 tim yang akan masuk ke Final. Studi Kasus disediakan oleh 2 perusahaan institusi jasa keuangan terkemuka di Indonesia yaitu Adira Finance dan BCA.
Kegiatan ini bekerjasama dengan perusahaan swasta nasional yang bersedia membuka data mereka untuk simulasi studi kasus bagi mahasiswa S2 (peserta MJM). MJM sebagai acara tahunan FEUI diselenggarakan dengan tujuan untuk membangun Ilmu Manajemen dari para akademisi agar dapat diterapkan secara nyata dalam praktek bisnis, mencari ide/gagasan dan pemecahan masalah baru dari proyek yang menjadi topik dari kegiatan MJM, diseminasi dan diskusi gagasan mahasiswa master/magister di Indonesia tentang berbagai bidang yang ditekuninya khususnya di bidang manajemen dan membangun jaringan antara akademisi, mahasiswa master/magister dan para praktisi manajemen di Indonesia. (Est/Rendy)


Jumat, 06 Mei 2011

Kuliah Umum Pengembangan Kawasan Pesisir dari Perspektif Ekonomi dan Tata Ruang

Kuliah Umum Pengembangan Kawasan Pesisir dari Perspektif Ekonomi dan Tata Ruang
Jum’at, 06 Mei 2011
Dalam rangka kegiatan “Urban Planning Field Camps 2011” Fakultas Teknik, Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema “Pengembangan Kawasan Pesisir dari Perspektif Ekonomi dan Tata Ruang”  pada Rabu, 27 April 2011 bertempat di Kampus UEU.
Sebagai pembicara dalam kuliah umum ini adalah Ir. Ferrianto H.S. Djais, MMA yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pengembangan Usaha Direktorat Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau – Pulau Kecil Departemen Kelautan dan Perikanan.
Materi yang disampaikan dalam kuliah umum ini antara lain:
  • Perencanaan Tata Ruang Wilayah Pesisir Merupakan Bagian Tak Terpisahkan Dari Pembangunan Daerah
  • Tata Ruang Wilayah Pesisir Sangat Terkait Dengan Tata Ruang Wilayah Darat
  • Wil Pesisir; Laut & Pulau – pulau Kecil Memiliki Potensi Sumberdaya Ekonomi yang Sangat Menjanjikan
  • Berada pada Wilayah yang Cukup Rentan Terhadap Bencana
  • Banyak Dicirikan oleh Kerusakan Lingkungan; Kemiskinan; Keterbatasan Infrastruktur; Overfishing
Bagaimana menjadikan wilayah pesisir; laut & pulau -pulau kecil menjadi daerah yang menjanjikan. Tema tersebut cukup menarik perhatian peserta yang datang dari berbagai kalangan terutama Fakultas Teknik. Untuk menyimak paparan pembicara  yang saat ini perlu diangkat ke permukaan karena relevan dengan masyarakat kita yang hidup di pesisir san pulau terpencil.  Ir. Ferrianto H.S. Djais, MMA saat ini didampingi oleh Ir. Holiq Raus  yang juga menjabat sebagai Warek III UEU.
Antusias pemerhati daerah pesisir cukup banyak menarik perhatian peserta. Hal tersebut dapat kita saksikan pada saat sesi tanya jawab.  Menurut pembicara wilayah pesisir laut kita sangat luas dan potensial digali untuk pengembangan pariswisata laut. Dia mencontohkan bagaimana cara negara lain memanfaatkan pesisir mereka untuk memberdayakan masyarakatnya. Di Indonesia menurut pembicara tidak terlalu banyak wacana untuk pemberdayaan pesisir dengan panorama alamnya yang menarik namun sangat sedikit sekali perhatian pemerintah untuk menanamkan modal di daerah terpencil.  Padahal daerah tersebut sangat potensial untuk mendatang wisatawan, kalau ada investor yang berani membuka daerah yang memiliki keindahan alam yang jauh lebih baik dari Bali seperti  NTT, Pulau Komodo dan lainnya, belum lagi daerah lain yang kurang dipromosikan oleh pemerintah,” kata Ir. Ferrianto.
Sebagai penutup dan kesimpulan dari Kuliah Umum Pengembangan  Kawasan Pesisir dari Perspektif Ekonomi dan Tata Ruang ini adalah:
  • Wilayah Indonesia yang luas, Letak Indonesia yang strategis diharapkan memberikan implikasi ekonomi yang positif.
  • Garis pantai kita yang terpanjang, jumlah pulau kita yang lebih dari 17.504 diharapkan dapat dijadikan vehicle pertumbuhan ekonomi.
  • Wilayah laut dan SDA Indonesia sangat strategis dan melimpah, merupakan potensi dan keunggulan bangsa yang harus dioptimalkan pemanfaatannya dalam menopang pembangunan ekonomi nasional.
  • Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan keterpaduan lintas sektor pusat-daerah, swasta, universitas dan LSM secara bersama-sama dan saling bermitra berbasis collaborative scientific.

Jumat, 25 Maret 2011

Diskusi “Gender, Politik, dan Media Massa”

Diskusi “Gender, Politik, dan Media Massa”
Jum’at, 25 Maret 2011
Mitra Gender bekerjasama dengan FIKOM Universitas Esa Unggul menyelenggarakan Roundtable Discussion dengan topik “Gender, Politik dan Media Massa” pada Selasa, 08 Maret 2011 di Kampus Esa Unggul.
Mitragender memprakarsai Roundtable Discussion dengan topik “Gender, Politik dan Media Massa” yang merupakan diskusi berseri pertama dimulai pada tanggal 8 Maret 2011. Topik-topik pembahasan menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan ketiga-tiganya di dalam politik, gender dan media massa serta hubungan diantaranya yang saling berkaitan, sebagai contoh sebuah kerangka sosialisasi untuk pemberdayaan perempuan dalam konteks; gender, politik dan media dari dalam ke luar.
Diskusi ini akan berjalan kurang lebih satu bulan. Isu yang dihadirkan merupakan isu tematik yang ditentukan kemudian dan juga berdasarkan hasil dari masukan peserta diskusi.
Target Kegiatan
  • Menampung asupan-asupan dalam rangka penyusunan urgensi RUU Kesetaraan Gender dalam bidang politik dan media massa.
  • Sharring informasi berbagai situasi dan kondisi gender di bidang politik dan media massa.
  • Menyusun rekomendasi untuk penyusunan RUU KKG di bidang politik dan media massa.
Tema diskusi putaran pertama ini adalah “Gender, Politik dan Media Massa” dengan beberapa topik, yaitu: Gender dan Media, Perempuan dan politik, Konstruksi berita yang sensitif gender
Acara dibuka oleh Rektor UEU – Dr. Ir. Arief Kusuma, MBA dan dilanjutkan oleh Ketua Presidium Nasional Mitragender – Hj. Sri Redjeki Sumaryoto, SH yang juga merupakan mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia yang ke-6.
Pembicara :
  • Dr. Yudy Latif   (Direktur Reform Institute)
  • Eva Kusuma Sundari, SH (Politisi PDIP dan Anggota DPRI)
  • Prof Dr. Aida Vitayala (Guru Besar Gender di Institute IPB
  • dan Ketua Dewan Direktur Pusat Kajian Perempuan)
Moderator :
Dr. Indrawadi Tamin, MA (Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Esa Unggul)
Dr. Ir. Arief Kusuma AP, MBA – Rektor UEU dalam sambutannya mengatakan bahwa acara semacam ini dapat menjadi ajang edukasi dan peningkatan awarenes mengenai issue gender. Dari sisi kognitif menurut Rektor berusaha memahami lebih jauh dan lebih mendalam dari pemahaman dan mengaplikasikan pada masyarakat. Dibidang pendidikan menurut Rektor, kegiatan semacam ini dapat ditindaklanjuti dengan sosialisasi issue melalui kegiatan intra kurikuler dan ekstrakurikuler ,” kata Rektor.
Sementara disisi lain Ketua Presidium Nasional Mitra Gender Ibu. Hj. Sri Redjeki Sumarjoto, SH mengatakan bahwa, keberhasilan pembangunan di Indonesia  secara keseluruhan belum sepenuhnya diikuti dengan keberhasilan pembagunan gender meskipun beberapa instrumen pereturan telah dikeluarkan pemerintah.
Untuk mendorong agar masyarakat khusus kaum wanita lebih aktif beraktifitas ditengah masyarakat seperti dari hasil survey yang dilakukan oleh World Economic Forum mengenai indeks pembangunan gender 2009, tentang keterlibatan perempuan dibidang ekonomi pendidikan kesehatan politik kata Ibu Sri Redjeki yang mantan Menteri Peranan Wanita. Lebih lanjut kata Ibu Sri mengatakan bahwa kunci dari dari indeks pembangunan gender adalah dengan menekan angka kematian ibu, katanya.
Sementara disisi lain berbicara politisi PDIP dan anggota DPR RI Eva Kusuma Sundari, SH, dengan bahasan tentang efektifitas perempuan parlemen tentang rasionalisasi 30 % kuota DPR sebagai wujud komitmen negara menjamin perempuan berpartisipasi politik seperti halnya laki-laki dan wujud implementasi konvenesi penghapusan segal diskriminasi. Selain itu Eva menambahkanbahwa pendidikan politik yang baikdan sessitif gender ditingkat partai dapat memperbaiki citra perempuan di Parlemen ,” kata Eva.
Sementara pembicara berikut turut hadir Dr. Yudi Latief (Direktur reform Insititut ) dan juga pengamat politik dan Prof. Dr. Aida Vitalaya ( Guru Besar Gender IPB Bogor dan Ketua Dewan Direktur Pusat Kajian Gender Indonesia).
Perkembangan kesetaraan dan keadilan gender di Indonesia diawali sejak diratifikasinya Konvensi CEDAW (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Againts Women) sejak tahun 1984, dengan meratifikasi konvensi ini Indonesia berkewajiban untuk melaksanakannya. Negara diperintahkan untuk melaksanakan langkah-langkah khusus sementara (temporary special measure) untuk mencegah terjadinya diskriminasi. Langkah-langkah tersebut merupakan affirmative action yang harus dilakukan oleh negara sebagai kompensasi sejarah.  Diskriminasi yang telah terjadi meninggalkan dampak yang tidak dapat dengan mudah dihilangkan. Rendahnya partisipasi sebagian sumber daya pembangunan berimplikasi terhadap laju perkembangan pembangunan. Untuk itu perlu dilaksanakan pengarusutamaan gender agar laki-laki dan perempuan secara bersama-sama bisa berada pada tingkatan partisipasi yang tinggi, yang tentunya juga berimplikasi pada peningkatan laju pembangunan nasional.
Hasil dari suatu ratifikasi CEDAW menjadi undang-undang nasional menugaskan kita untuk membuat undang-undang keterwakilan perempuan di dalam politik. Hal tersebut komitmen pemerintah dan pemangku kebijakan di Indonesia tentang keterwakilan perempuan dalam berbagai pengambilan keputusan kenegaraan telah nyata dimulai dengan penetapan dalam UU No. 2 Tahun 2010 Tentang Partai Politik yang menentukan keterwakilan sebesar  30 % pada setiap jenjang kepengurusan sebagai porsi wakil perempuan. Namun peluang yang memberi kepercayaan pada porsi perempuan dimaksud masih sulit diimplentasikan sehubungan dengan diktum lain dalam undang-undang tersebut yang menentukan peluang bentuk suprastruktur khususnya dalam hal hasil pemilihan umum yang didasarkan pada suara terbanyak pemilih.
Penting sekali untuk mempertimbangkan Inpres No. 7/2000 tentang Pengarusutamaan Gender, UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, UU No. 12/ 2003 tentang Pemilu, UU No. 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, UU No. 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Perpres No. 7/2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional dan Rencana Strategis Kementrian Pemberdayaan Perempuan RI 2005–2009. Mengacu kepada tata peraturan perundang-undangan di atas maka kebijakan pemberdayaan perempuan harus dikembangkan secara terencana, sistematis dan terpadu.
Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, kiranya sangat mendesak untuk membentuk Undang-Undang tentang Kesetraan Gender. Upaya untuk menghimpun berbagai materi pembentukan undang-undang tersebut dipandang perlu untuk menyelenggarakan satu rangkaian diskusi dengan format Roundtable Discussions. Melalui diskusi-diskusi tersebut dikumpulkan para ahli dan pemangku gender serta berdiskusi dalam menghimpun berabagai pendapat.
Pers dan media massa adalah bagian dari penyelenggara Negara, karena itu setiap program pemerintah menjadi perhatian bagi pers sebagai pusat informasi yang paling efektif kepada masyarakat, termasuk isu gender sudah waktunya media massa memiliki peran dalam mensosialisasikan isu gender. Masalah yang dirasakan saat ini adalah bahwa isu gender hanya sebatas himbauan. Hal tersebut terlihat dengan adanya kesenjangan antara laki-laki dan perempuan di dalam pembangunan nasional. Kondisi yang terjadi di Indonesia dengan adanya gender gap menjurus kepada kemiskinan pada kaum perempuan dan anak. Dalam meningkatkan pemahaman isu gender seluruh stakeholder; pemerintah, swasta serta masyarakat termasuk media massa.

Rabu, 23 Februari 2011

FIKOM UEU Menjadi Tuan Rumah dalam Rapat Program Kerja Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

FIKOM UEU Menjadi Tuan Rumah dalam Rapat Program Kerja Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)
Rabu, 23 Februari 2011
ASPIKOM (Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi) merupakan lembaga yang dibentuk untuk menjalin kerjasama antar program studi ilmu komunikasi di seluruh Indonesia. Rapat Pemantapan Program Kerja ASPIKOM 2011 diselenggarakan di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul pada hari Rabu – Kamis, 16 – 17 Februari 2011. ASPIKOM merupakan wadah untuk berbagi informasi dan memecahkan beragam masalah dalam pengembangan ilmu komunikasi. Berdasarkan catatan ASPIKOM, program studi ilmu komunikasi di Indonesia, sebelum tahun 1998, berjumlah 24 prodi. Sampai bulan Juni 2010,  berjumlah kurang lebih 199 prodi ilmu komunikasi di seluruh Indonesia.
Rapat ini merupakan kelanjutan dari Rapat Perumusan Program Kerja ASPIKOM 2011 yang dilaksanakan pada bulan Desember 2010 di Bengkulu. Rapat kali ini dihadiri oleh Pengurus ASPIKOM yang merupakan perwakilan dari beberapa Fakultas atau Program Studi Ilmu Komunikasi dari perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia, seperti Universitas Padjajaran Bandung, Universitas Tarumanegara Jakarta, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Pelita Harapan Jakarta, Universitas Prof.DR.Moestopo (Beragama) Jakarta, Universitas Mercu Buana Jakarta, STAIN Kediri, STISIPOL Candradimuka Palembang, serta beberapa perwakilan universitas lainnya.
Rapat yang dipimpin oleh Bapak DR. Eko Harry Susanto (Ketua), Bpk. Hadi Suprapto Arifin, M.Si (Wakil Ketua) dan Bpk. Heri Budianto (Wakil Sekjen) ini telah menetapkan beberapa program kerja ASPIKOM yang terbagi dalam 4 bidang, yaitu:
  1. Bidang Kurikulum dan Pembelajaran
  2. Bidang Penelitian dan Pengembangan
  3. Bidang Humas dan Kerjasama
  4. Bidang Organisasi
Diantara program kerja yang telah disepakati bersama dalam rapat ini antara lain; Penerbitan buku dan Jurnal ASPIKOM secara berkala, Penyelenggaraan Workshop atau Semiloka yang akan dilaksanakan di Yogyakarta (Maret 20011) dan Maluku (Agustus 2011), Menjalin kerjasama dengan asosiasi-asosiasi profesi bidang keilmuan komunikasi termasuk pula Kementrian Komunikasi dan Informatika serta beberapa media massa dan LSM, perencanaan Riset dan Seminar bersama yang akan dilaksanakan di tingkat regional (pada masing-masing Korwil), menerbitkan profil organisasi dan keanggotaan ASPIKOM, penguatan positioning ASPIKOM baik di Indonesia maupun internasional, serta beberapa program lainnya yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2011.
Dalam rapat kali ini juga Bpk. DR. Indrawadi Tamin selaku Dekan FIKOM Universitas Esa Unggul telah ditetapkan sebagai Koordinator untuk Wilayah DKI-Jabodetabek dan akan menjadi tim penyusun Jurnal ASPIKOM Edisi 9 dan 10.